Selamat Datang Di Web Kesatuan Bangsa Dan Politik Aceh - Terima Kasih

Perdamaian Aceh sudah berlangsung selama 11 tahun

Kategori : goverment Selasa, 16 Agustus 2016 - Oleh zuliansyah

Perdamaian Aceh sudah berlangsung selama 11 tahun. Dalam periode tersebut sudah banyak pekerjaan, pembelajaran serta berbagai pengalaman yang didapatkan oleh seluruh elemen masyarakat. Kondusifnya situasi Aceh juga terbukti dengan semakin banyaknya investor yang berinvestasi. Hal ini tentu saja berimbas positif bagi perkembangan perekonomian masyarakat di Bumi Serambi Mekah ini.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Gubernur Aceh, dr H Zaini Abdullah, dalam sambutan singkatnya pada acara Peringatan 11 Tahun Damai Aceh, dihadapan ribuan masyarakat yang memadati arena panggung utama, Komplek Taman Ratu Safiatuddin, Senin 15 Agustus 2016.

Menurut Gubernur, setelah terlepas dari kungkungan konflik berkepanjangan, yang ditandai dengan Kesepakan Bersama atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemerintah Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka, di Helsinki, Finlandia, Aceh telah mampu keluar dari keterpurukan dan mampu bangkit perlahan menuju kesejahteraan.

“Oleh karena itu, saya mengajak semua pihak untuk merawat perdamaian ini dengan sebaik-baiknya. Saya yakin, tidak ada seorangpun yang menginginkan konflik teulang lagi di Aceh. Mari bersama kita bangun daerah yang kita cintai ini, dengan berbuat sebaik mungkin demi kejayaan Aceh di masa mendatang,” ajak pria yang akrab disapa Doto Zaini itu.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga menyampaikan rasa suka citanya atas terbentuknya Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi atau KKR yang didahului dengan penetapan Qanun Aceh tentang KKR.

“Ini adalah suatu bukti bahwa penghormatan terhadap hak asasi manusia semakin meningkat. Pemerintah Aceh bersama DPR Aceh telah menetapkan Qanun tentang Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi, yang saat ini sedang dalam proses pelantikan Komisionernya, saya harapkan dalam tahun ini Komisioner KKR sudah mulai bekerja,” kata Doto Zaini.