Selamat Datang Di Web Kesatuan Bangsa Dan Politik Aceh - Terima Kasih

Kegiatan Fokus Grup Discussion (FGD) Peran Paguyuban Dalam Rangka Pembangunan Aceh

Kategori : goverment Senin, 17 Juli 2017 - Oleh zuliansyah

Badan Kesbangpol dan Linmas Aceh kembali menggelar kegiatan fokus grup discussion (FGD) membahas isu-isu aktual di Aceh dengan menghadirkan T. Alfian SH MH sebagai pembicara.

Kegiatan yang mengangkat thema “Peran Paguyuban dalam rangka pembangunan Aceh” ini digelar di 3 in 1 Coffee Banda Aceh, Jum’at siang(14/07/2017).

Kepala bidang Ketahanan Ekonomi, Sosbud dan Ormas Kesbangpol Drs Kahar Muzakkir dalam sambutan yang disampaikan Kasubid Program Mus Mulyadi mengatakan, kesbangpol akan terus berupaya menggali isu-isu aktual dan menggelar diskusi menggali persoalan-persoalan di Aceh.

“Melalui diskusi seperti ini kita dapat menghimpun segenap informasi dan pandangan dari berbagai Ormas dan LSM terkait suatu persoalan teraktual di Aceh. Untuk kali ini kita akan membahas peran paguyuban terhadap pembangunan Aceh, ” ungkap Mus Mulyadi.

Sementara itu, narasumber diskusi T. Alfian menceritakan sejarah terbentuknya paguyuban hingga tugas dan peran besar paguyuban dalam pembangunan.

“Pada awalnya paguyuban dibentuk sebagai wadah komunikasi dan informasi masyarakat suatu daerah di perantauan. Kemudian seiring waktu organisasi paguyuban mengalami pengembangan peran, menjadi wadah yang mendorong penguatan SDM di suatu daerah. Bahkan saat ini paguyuban juga memiliki peran penting dalam akselerasi pembangunan,” jelas T. Alfian.

Menurut mantan wakil ketua IPAU itu, organisasi paguyuban hendaknya mampu mengambil peran dalam membangun Aceh.

“Paguyuban hendaknya bisa mengambi peran menjadi penghubung pemerintah kabupaten/kota dengan pemerintah provinsi. Begitupun dengan pemerintah hendaknya menyadari bahwa paguyuban merupakan mitra strategis dalam mewujudkan percepatan pembangunan, ” ujar Alfian.

Menurut pantauan Liputan Rakyat di lokasi, diskusi yang dipandu oleh Mufied Al-kamal itu diikuti dengan antusias oleh puluhan peserta yang berasal dari perwakilan paguyuban kabupaten/kota se-Aceh dan FPMPA.