Selamat Datang Di Web Kesatuan Bangsa Dan Politik Aceh - Terima Kasih

Badan Kesbangpol dan Linmas Aceh kembali menggelar kegiatan focus grup discussion (FGD), membahas isu-isu aktual khususnya di Aceh

Kategori : goverment Selasa, 01 Agustus 2017 - Oleh zuliansyah

     Menjelang Pemilihan Umum dan pemilihan Presiden dan Wakil Presiden atau yang lazim disingkat dengan Pemilu dan Pilpres tahun 2019 mendatang. Badan Kesbangpol dan Linmas Aceh kembali menggelar kegiatan focus grup discussion (FGD), membahas isu-isu aktual khususnya di Aceh.
Kegiatan yang dikemas dalam bentuk FGD/Diskusi Isu-Isu Aktual itu, dilaksnakan di Aula Bakesbangpol Aceh, Senin 31 Juli 2017 dengan menghadirkan Akademisi yakni Dr. Kamaruzzaman Bustamam Ahmad sebagai pemateri.
     Dalam kesempatan itu, Kamaruzzaman mengatakan, hal-hal yang terbaru seputaran radikalisme dalam kaitan Pemilu dan Pilpres tahun 2019 mendatang.


“Menjelang Pilpres 2019 nantinya, ada gabungan-gabungan tertentu diantaranya, ada Nasionalis Relegius dan ada Nasionalis Sekuler. Selanjutnya juga akan istilah politik islam dan islam politik. Kondisi ini diprediksikan akan terjadi dalam kancah politik pada Pilpres mendatang,” katanya dihadapan puluhan peserta dari perwakilan ormas dan kelompok-kelompok strategis lainnya yang hadir dalam FGD tersebut.
Sementara itu, menurut Ketua FPPN Jauhari, radikalisme tersebut tidak hanya diartikan sempit akan tetapi harus dimaknai secara umum atau universal.


“Penyebab terjadinya radikalisme dalam sebuah perpolitikan, karena adanya kepentingan-kepentingan tertentu. Dan selanjutnya Narkoba juga sangat berpengaruh dan bahaya dalam kehidupan perpolitikan di Indonesia,” ungkapnya.


     Sebelumnya, Kepala Badan Kesbangpol Aceh dalam sambutanya sekaligus membuka kegiatan tersebut yang disampaikan Kabid Ketahanan Ekonomi Sosbud dan ormas Drs. Kahar Muzakkir yang dibacakan melalui Kasubbid Ormas, Musmulyadi, S.Pd.I. MM. mengatakan, kegiatan ini dilakukan dalam rangka menghimpun masukan dan informasi-informasi yang berkembang di masyarakat terutama isu radikalisme Pemilu dan Pilpres.


“Memang sepertinya kita terlalu cepat berbicara tentang Pemilu dan Pilpres. Namun bagi Kesbangpol lebih cepat itu lebih baik dalam rangka Deteksi dini dan pencegahan dini terhadap hal-hal yang tidak kita inginkan. sehingga akan menodai proses demokrasi nantinya yang akan berakibat kepada terusiknya persatuan dan kesatuan bangsa,”