Selamat Datang Di Web Kesatuan Bangsa Dan Politik Aceh - Terima Kasih

Melalui Sosialisasi FKDM, Kita Tingkatkan Kewaspadaan Dini dan Cegah Dini Masyarakat

Kategori : goverment Jumat, 04 Agustus 2017 - Oleh zuliansyah

     Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Banda Aceh menggelar sosialisasi Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) di Aula SKB Lampineung, Kamis (3/8/2017).

     Mengusung tema "Melalui Sosialisasi FKDM, Kita Tingkatkan Kewaspadaan Dini dan Cegah Dini Masyarakat", kegiatan ini diikuti oleh 99 peserta yang terdiri dari 90 perwakilan Tuha Peut Gampong, dan sembilan unsur kecamatan.

     Sekretaris Badan Kesbangpol Banda Aceh Hasnanda Putra menyebutkan FKDM merupakan suatu wadah pertemuan para tokoh masyarakat dalam rangka pencegahan dan penanggulangan secara dini terhadap potensi ancaman keamanan, gejala atau peristiwa bencana alam.

“Tujuan sosialisasi FKDM ini untuk meningkatkan peran serta aparatur dalam menjaring, menampung, dan mengoordinasikan data dan informasi dari masyarakat mengenai segala bentuk potensi ancaman tersebut. Dengan demikian diharapkan kita dapat mengantisipasi terjadinya kerawanan yang dapat menciptakan gangguan ketenteraman dan ketertiban masyarakat,” katanya.

      Ia menambahkan, kegiatan yang digelar selama satu hari ini menghadirkan tiga narasumber utama yakni Kapolresta Banda Aceh, Ketua FKDM Banda Aceh, dan Kepala Badan Kesbangpol Banda Aceh.

     Sementara itu, Staf Ahli Wali Kota Bidang Hukum dan Politik Dwi Putrasyah saat membuka acara menyebutkan keamanan dan kenyamanan yang diidamkan-idamkan tidak akan terwujud, jika semua elemen dalam masyarakat tidak ikut berpartisipasi dalam menjaga, mengantisipasi atau mendeteksi sejak dini setiap potensi yang dapat membahayakan kehidupan bermasyarakat.

“Salah satu upaya yang mungkin dilakukan adalah mengnyinergikan tugas penjagaan, pengungkapan dan penegakan hukum dengan kebutuhan masyarakat, dalam wujud yang bernama kewaspadaan dini,” kata Dwi yang pada kesempatan itu mewakili Wali Kota Banda Aceh.

     Dalam konteks menjaga kesatuan bangsa dan keamanan, sambungnya, potensi dan indikasi sekecil apapun yang menjadi ancaman dan gangguan di lingkungan masing-masing harus diantisipasi dengan penuh kepekaan dan kesiagaan.

“Oleh karena itu, supaya kita semua dapat mengenal lingkungan tempat tinggal kita dengan baik, kami mengimbau seluruh masyarakat agar dalam kehidupan sehari-hari tidak individualistis. Islam mengajarkan kita untuk selalu bersosialisasi, senantiasa bersilaturrahmi, tolong menolong dan saling peduli satu sama lain.”

“Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian ini, niscaya akan tercipta sebuah komunitas masyarakat dengan struktur yang kokoh dan kuat, yang tidak akan mudah terkontaminasi oleh paham-paham, ideologi, gerakan radikalisme atau jaringan narkoba yang sekarang sedang mewabah,”