Selamat Datang Di Web Kesatuan Bangsa Dan Politik Aceh - Terima Kasih

Kesbangpol Linmas Aceh Sebut Generasi Muda Aceh Alami Degradasi Nasionalisme

Kategori : goverment Selasa, 15 Agustus 2017 - Oleh zuliansyah

Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke 72, Pengurus Wilayah Pelajar Islam Indonesia (PW PII) Aceh bekerjasama dengan Institute for Development of Acehnese Society (IDeAS), pada Senin (14/8/17) kemarin menggelar kegiatan diskusi dublik di Aula Gedung Pemuda KNPI Aceh (Lantai 3), Lam Priet, Banda Aceh.

Diskusi ini mengangkat tema “Partisipasi Masyarakat Dalam Perayaan Hari Kemerdekaan” dan diisi oleh para narasumber dari berbagai stakeholder seperti, Kesbangpol Linmas Aceh diwakili oleh Mus Mulyadi, Praktisi Sosial Kemasyarakatan, Saifullah Abdul Gani (SAG), Ketua KNPI Banda Aceh Afdhal Khalilullah, dan Ketua I PW PII Aceh, T. Rizki Aulia Rahmat. Sementara dialog dipandu oleh Ketua IDEAS, Munzami HS.

Ketua Panitia, Mauliza Effendi dalam sambutannya menyatakan, peringatan HUT RI yang ke 72 ini harusnya menjadi ajang bagi semua pihak untuk merekatkan kembali semangat kebangsaan dan kemerdekaan.

“Terutama bagi pemuda untuk sama-sama menjaga integrasi bangsa, mengisi nilai-nilai kemerdekaan dari berbagai hal yang dapat mengakibatkan perpecahan kesatuan dan persatuan bangsa,” tuturnya.

Selanjutnya, Mus Mulyadi, mewakili Kesbangpol Linmas dalam paparannya menyatakan bahwa permasalahan mendasar pada masyarakat Aceh saat ini adalah menurunnya sikap partisipasi generasi muda terhadap nilai berbangsa dan bernegara.

“Krisisnya nilai semangat kemerdekaan generasi muda Aceh saat ini adalah dengan menurunnya nilai-nilai kebangsaan bernegara. Saat ini dapat kita rasakan adanya penurunan sikap partisipasi dalam menyemarakkan Kemerdekaan dan HUT RI di masyarakat Aceh,” ungkap Mus Mulyadi.

Kemudian katanya, sikap berkurangnya kesadaran di masyarakat Aceh untuk berpartisipasi dalam mengamalkan nilai-nilai kemerdekaan seperti mengibarkan bendera merah putih di rumah warga yang harusnya menjadi rutinitas setiap tahun dalam menyemarakkan HUT RI.

“Masyarakat Aceh sekarang telah mengalami degradasi dan menurunnya partisipasi dalam mengisi nilai-nilai kemerdekaan karena kurangnya edukasi kebangsaan di masyarakat. Oleh sebab itu, Kesbangpol mengajak lapisan masyarakat dalam memperingati HUT RI yang ke 72 dengan mengibarkan bendera merah putih di rumah warga selama sebulan penuh,” ungkap Mus Mulyadi

Sementara Praktisi Sosial Kemasyarakatan, Saifullah Abdul Gani mengatakan bahwa dalam mengisi nilai-nilai kemerdekaan Indonesia ialah dengan berpartisipasi aktif dalam rangka mengisi kegiatan hari ulang tahun kemerdekaan Indonesia.

Pada dasarnya untuk mengisi kemerdekaan ini membutuhkan banyak cara yang dilakukan, seperti kegiatan gotong-royong, saling membantu, membagun partisipasi perangkat desa dan sebagainya.

Saifullah menambahkan dalam refleksi menyambut kemerdekaan Indonesia, masyarakat Aceh siyogyanya harus memaknainya dengan berbagai konteks.

“Masalah yang paling penting dalam mengisi nilai-nilai kemerdekaan adalah mengatasi kemiskinan dan kebodohan. Efek kebodohan dan kemiskinan adalah gizi buruk. Lalu dampaknya adalah hilangnya generasi yang mampu mempertahankan semangat kemerdekaan dan kedaulatan Republik Indonesia,” imbuh Praktisi Sosial Kemasyarakatan itu

Adapun kegiatan diskusi ini dihadiri oleh 80 peserta dari PW PII Aceh, IDeAS dan tamu undangan lainnya.