Selamat Datang Di Web Kesatuan Bangsa Dan Politik Aceh - Terima Kasih

Kesbangpol Aceh Gelar Seminar P4GN Bagi Masyarakat

Kategori : goverment Kamis, 07 September 2017 - Oleh zuliansyah

Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Aceh (Kesbangpol Aceh) bekerjasama dengan Direktorat Ketahanan Ekonomi, Sosial dan Budaya mengadakan seminar anti narkotika dengan tema “Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, Dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).


Adapun Acara yang dihadiri oleh 120 peserta dari unsur pelajar, pemuda dan masyarakat ini dipandu oleh Kasubbid Ormas Kesbangpol Provinsi Aceh, Musmulyadi. S.pd.i MM di Hotel Oasis, Lhueng Bata, Banda Aceh, senin (4/9/2017).


Kaban Kesbangpol Aceh Mahdi Effendi dalam sambutannya mengatakan ucapan terima kepada peserta baik dari unsur pelajar, mahasiswa dan juga partisipasi masyarakat dalam melakukan upaya bersama dalam mencegah dan memberantas narkotika secara masif dan komprehensif.
Perlu diketahui bersama, Aceh saat ini untuk penyalahgunaan narkoba menduduki peringkat 8 nasional dengan penyalahgunaan narkoba sebanyak 60. 486 (jiwa dari total 5.024. 300). Bahkan narkoba jenis ganja Aceh menjadi no 1.


Kaban Kesbangpol Aceh Mahdi Effendi juga menambahkan “Aceh untuk saat ini sebagai produksi ganja terbesar di Indonesia, bahkan bisa mengalahkan Thailand sendiri. Namun tidak bisa dipikir mengapa masyarakat mengkonsumsi narkotika, bahkan korban sudah merengkrut puluhan jiwa yang terjadi saat ini,” imbuh Kaban Kesbangpol Aceh.


Sementara itu, dengan berbagai cara dan pemberantas yang yang dilakukan di sekolah-sekolah dan juga perguruan tinggi, namun Alhamdulillah, tahun 2016 Aceh merosot menjadi peringkat dua belas.
“Kasus Narkoba ini harus dicegah dan juga di rehabilitaskan bagi yang sudah terkena narkoba,” tegas Kaban Kesbangpol Aceh Mahdi Effendi.


“Dari Hasil yang sudah terdata, kasus narkoba ini sudah mencapai puluhan jiwa yang terkena narkoba, masyarakat melakukannya di awali dengan coba-coba mencapai 1.6 juta jiwa, yang sudah teratur pakai 1.4 juta jiwa, sedangkan yang sudah menjadi pecandu 1 juta orang,” ujarnya.