Selamat Datang Di Web Kesatuan Bangsa Dan Politik Aceh - Terima Kasih

Istri Wagub Aceh Kunjungi Ruang Memorial Perdamaian di Kesbangpol Aceh

Kategori : goverment Kamis, 09 November 2017 - Oleh zuliansyah

Ketua Lingkar Informasi Rakyat (LIRA) Aceh Dr. Dyah Erti Idawati siang tadi mengunjungi Ruang Memorial Perdamaian Aceh di Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Aceh di Banda Aceh, Kamis, 9 November 2017.

Dalam kunjungannya, Dyah Erti Idawati yang juga istri Wagub Nova Iriansyah ini berharap, pengelola Ruang Memorial Perdamaian Aceh bisa mengklasifikasikan informasi terkait proses perdamaian Aceh sesuai dengan usia pengunjung.

"Jangan sampai anak-anak sekolah mendapatkan informasi kekerasan yang belum sesuai dengan usianya," kata Ida, sapaan Dyah Erti Idawati.

Ia pribadi mengapresiasi kehadiran Ruang Memorial Perdamaian Aceh itu. Ida juga berjanji untuk kembali lagi, namun dengan kapasitas yang berbeda selaku 'orang teknik arsitektur'.

Kehadiran Ida diterima Sekretaris Kesbangpol Aceh T. Nasruddin, didampingi Kasubbid Penanganan Konflik Dedy ANdrian, dan kurator Muhammad Mardian.

Muhammad Mardian mengatakan, Ruang Memorial Perdamaian Aceh merupakan sarana edukasi bagi masyarakat untuk belajar mengenai sejarah penyelesaian konflik Aceh. Di sini dipamerkan foto-foto yang merekam jejak konflik Aceh hingga setelah perdamaian. Berbagai Artefak konflik terdahulu juga di pamerkan di ruangan ini.

"Ruang Memorial Perdamaian ini, merupakan wujud dari salah satu tugas pokok Kesbangpol dalam menjaga keberlangsungan perdamaian Aceh," ujarnya.

Adapun gagasan lahirnya Ruang Memorial Perdamaian ini dari Kepala Kesbangpol Aceh sebelumnya, yaitu Nasir Zalba. Ruangan ini Pertama kali dibuat pada 2013 dan rampung pada 2015 lalu. Awalnya ruangan ini merupakan Ruang Kerja Bidang Politik Pemerintahan dan Keamanan yang sekarang berubah nomenklaturnya menjadi Bidang Penanganan Konflik dan Kewaspadaan Nasional Badan Kesbangpol Aceh.

Ruang Memorial Perdamaian ini dibuat tidak sekaligus, disesuaikan dengan anggaran. Tahun pertama pada 2013 ketersedian anggaran sebesar Rp50 juta, tahun berikutnya mencoba untuk mendesain ruangannya. Total anggaran yang dihabiskan untuk membuat ruangan tersebut sekitar Rp200 juta.

"Sementara untuk konten seperti koleksi foto, banyak didukung oleh pihak eksternal seperti dari wartawan, kalangan LSM, di antaranya lembaga Achehnese Civil Society Task Force