Berdasarkan Peraturan Gubernur Aceh No:32 Tahun 2017-Tentang Penyelenggaraan Pelayanan Perizinan Dan Non Perizinan Pada Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Aceh, Maka Terhitung Sejak November 2017 Pelayanan Izin Penilitian Dialihkan Ke Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Aceh (DPM-PTSP) - Terima Kasih

Badan Kesbangpol Gelar Kegiatan Pembentukan Kader Bela Negara di Langsa

Kategori : goverment Senin, 06 Mei 2019 - Oleh zuliansyah

     Badan Kesbangpol menggelar kegiatan ‘Pembentukan Kader Bela Negara tahun 2019 di Kota Langsa’. Kegiatan dengan tema "Perkuat Rasa Nasionalisme dan Semangat Patriotisme dalam Upaya Menjaga Keutuhan NKRI", berlangsung di Aula Tirta Convension Hall, Gampong Paya Bujok Teungoh, Kecamatan Langsa Barat, Kota Langsa, 30 April – 3 Mei 2019.

     Turut hadir pada acara pembukaan, Wakil Walikota Langsa Dr. Marzuki Hamid, MM., Staf ahli Pangdam IM Bid. Hukum dan Humaniter Kol. Caj. Drs. Ahmad Husein, S. MA., Kabid Ideologi Kesbangpol Aceh Hasrulsyah, SE., Kaban Kesbangpol Langsa Agussalim, SH. MH., Kasdim 0104/Atim Mayor Inf Abdul Muthalib Tallasa, Kabag Sumda Pores Langsa Kompol Kasnap, S.E., Kasi Intel Imigrasi kelas II Langsa Afrizal, SH., dan para staf Kesbangpol Aceh dan Langsa.

     Ketua panitia yang juga Kaban Kesbangpol Langsa Agussalim, dalam laporannya menyampaikan, kegiatan ini untuk memberi motivasi kepada seluruh komponen masyarakat di berbagai tingkatan dalam mewujudkan satu kesatuan tingkah laku dalam mempersiapkan diri dalam memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa serta menumbuhkan kesadaran bela negara. Selain itu, mewujudkan sikap dan tingkah laku yang menghargai dan menghormati hak hak orang lain dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara yang bersatu.

“Peserta kegiatan pembentukan kader bela negara berjumlah 50 orang berasal dari pemuda / pemudi Kota Langsa dan dilaksanakan selama empat hari, 30 April sampai 3 Mei 2019,” ujarnya.

     Kabid Bina Ideologi Kesbangpol Aceh Hasrul Syah, mengatakan, lahirnya wawasan kebangsaan ini diinspirasikan oleh rasa kebanggaan, yaitu kesadaran kolektif suatau bangsa sebagai hasil dialektika alamiah yang diakari persamaan nasib dan hak serta kewajiban di hadapan hukum dan pemerintah, kristalisasi rasa kebanggan inilah kelak menghasilkan konsepsi wawasan kebangsaan yang merupakan pemikiran bersifat nasional dimana suatu bangsa memiliki cinta kehidupan dan tujuan nasional yang jelas.

“Bela negara dapat diwujudkan melalui penguatan karakter diri dalam berkepribadian, berbudaya serta menjunjung tinggi rasa cinta tanah air. Oleh karena itu semangat bela negara jangan diartikan sebagai gerakan wajib militer atau militerisasi, tetapi lebih kepada membangun sikap anak bangsa untuk menyadari akan hak dan kewajiban bagi negara,” ujarnya.

     Diharapkan semua pihak apapun profesinya agar memahami dan tidak mengartikan bela negara secara sempit. “Mari kita secara bersama sama mensosialisasikan pemahaman ini secara lebih masif agar semangat bela negara menjadi spirit bagi setiap rakyat Indonesia. Salah satu melalui kegiatan ini yang merupakan salah satu upaya pembinaan potensi sumber daya manusia agar mampu menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara melalui semangat bela negara seperti yang diamanatkan oleh UUD Dasar 1945 Pasal 27 Ayat (3) "bahwa tiap warga negara wajib ikut serta dalam upaya bela negara”, dan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang pertahanan negara,” katanya.

     Wakil Walikota Langsa Marzuki Hamid mengatakan, untuk menjaga eksistensi suatu bangsa dan keutuhan negara, diperlukan perencanaan program pembangunan sebagai upaya penyejahteraan dan kemakmuran bagi rakyatnya. Program pembangunan harus dilandasi pada prinsip kerakyatan, dengan memberi peran dan pertisipasi yang luas bagi rakyat dalam berbagai kegiatan pembangunan yang dilaksanakan pemerintah. Aalam artian lain pembangunan tidak hanya menempatkan rakyat sebagai objek namun sekaligus sebagai subjek pembangunan.

Kegiatan pembentukan kader bela negara ini merupakan salah satu perwujudan dari visi Pemerintah Aceh agar "terwujudnya Aceh damai dan sejahtera melalui pemerintahan yang bersih, adil dan melayani”